Home
Reading
Searching
Subscribe
Sponsors
Statistics
Posting
Contact
Spam
Lists
Links
About
Hosting
Filtering
Features Download
Marketing
Archives
FAQ
Blog
 
Gmane
From: Antonius Wiwan Koban <antoniuswiwan-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w <at> public.gmane.org>
Subject: Re: Jumlah Gereja Katolik Re: Pertumbuhan Masjid di Indonesia Rendah
Newsgroups: gmane.culture.media.mediacare
Date: Thursday 7th June 2012 11:54:00 UTC (over 4 years ago)
Coba kita pakai logika yang lain. Dalam sistem Gereja Katolik, untuk
mendirikan satu gereja paroki baru, minimal harus ada 2.000 jiwa umat
katolik, baru pejabat gereja katolik setempat (keuskupan) memberikan ijin
mendirikan gereja baru (prosedur internal di katolik). 

Bila Kementerian Agama meng-klaim bahwa seluruh Indonesia terdapat 12.400
gereja katolik, maka paling sedikit terdapat 12.400 x 2.000 = 24.800.000
Bila jumlah penduduk Indonesia 200.000.000 jiwa, maka paling sedikit 12,4
persennya adalah beragama katolik. Apakah pemeluk agama katolik di
Indonesia mencapai (paling sedikit) 12 persen???

Padahal statistik WNI beragama katolik tidak lebih dari 5 persen.

Nah....
 


/AWK

-----Original Message-----
From: Wielsma Baramuli <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 7 Jun 2012 15:50:50 
To: 
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: Jumlah Gereja Katolik Re: [mediacare] Pertumbuhan Masjid di
Indonesia Rendah

Kalau begini modelnya akan membenarkan tesis bahwa kegagalan pembangunan
agama di Indonesia bersumber dari Kemendepag itu sendiri. 


--- On Thu, 6/7/12, [email protected] 
wrote:


From: [email protected] 
Subject: Re: Jumlah Gereja Katolik Re: [mediacare] Pertumbuhan Masjid di
Indonesia Rendah
To: "mediacare" 
Date: Thursday, June 7, 2012, 12:13 PM



  




Apakah suatu kebetulan issue ini dihembuskan ketika film Soegijo hendak
berputar di cinema swasta? Yg jelas sih akan ikut memberikan pengaruh soal
pro kontra film ini.

Salam
-Antonius Angga-
100% Katolik, 100% Indonesia

Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone


From: Pius Klobor  
Sender: [email protected] 
Date: Thu, 7 Jun 2012 12:51:26 +0800 (SGT)
To: [email protected]
ReplyTo: [email protected] 
Subject: Re: Jumlah Gereja Katolik Re: [mediacare] Pertumbuhan Masjid di
Indonesia Rendah

  



@Arif Fuadi: Subjek diskusi ini adalah "Jumlah Gereja Katolik..." Ini
jelas2 tidak sesuai fakta jika jumlah gereja Katolik seperti yang
diberitakan Kementerian Agama, bertambah begitu banyaknya. Apakah yang
dihitung termasuk Kapel? Itu pun masih jauh dibahwa data Kemenag, apabila
digabung dengan Kapel.... Jadi jelas, ada sesuatu...









From: arif fuadi 
To: "[email protected]"  
Sent: Thursday, June 7, 2012 9:02 AM
Subject: Re: Jumlah Gereja Katolik Re: [mediacare] Pertumbuhan Masjid di
Indonesia Rendah



  


Buat teman-teman yang non Islam, boleh melakukan analisa dan berkomentar.
Tapi, memang faktanya di lapangan begitu. Terutama Protestan tidak boleh
liat ruko nganggur (kosong). Jika ada ruko kosong, langsung dijadikan
tempat ibadah, walaupun hanya 20 jamaah saja dan itu pun berasal dari luar
daerah. Nah, kalau Islam jelas, daripada bangun baru lebih baik memperbesar
kapasitas, toh ibadah bukan ditentukan oleh fasilitas mesjidnya...







From: Sunny 
To: [email protected] 
Sent: Thursday, June 7, 2012 1:19 PM
Subject: Re: Jumlah Gereja Katolik Re: [mediacare] Pertumbuhan Masjid di
Indonesia Rendah



  




Barangkali maksud artikel ialah suapaya umat giat membangun mesjid dengan
alasan yang dikemukakan yaitu bahwa kaum kristiani punya lebih banyak
gereja padahal mereka minoritas.


 

From: Pius Klobor 
Sent: Wednesday, June 06, 2012 5:21 AM
To: [email protected] 
Subject: Re: Jumlah Gereja Katolik Re: [mediacare] Pertumbuhan Masjid di
Indonesia Rendah
 
  



Sepakat...


Data pejabat Kementerian Agama tersebut sangat-sangat tidak akurat.
APA MOTIF DAN MAKSUD DIBALIK DATA2 TERSEBUT????




From: Antonius Wiwan Koban 
To: [email protected] 
Sent: Tuesday, June 5, 2012 6:53 PM
Subject: Jumlah Gereja Katolik Re: [mediacare] Pertumbuhan Masjid di
Indonesia Rendah

 

  


Saya ragu dengan akurasi data jumlah gereja katolik yang dilaporkan pejabat
Kementerian Agama sbb ini :

"Kepala Pusat Kerukunan Beragama Kemenag RI, Abdul Fatah, menyatakan
berdasarkan data tahun 2010, pada tahun 1997 hingga 2004 jumlah gereja
Katolik bertambah 153 persen dari 4.934 menjadi 12.473" 

Apakah jumlah gereja katolik se-Indonesia mencapai 12 ribu gereja? Di
seluruh Indonesia sekarang ini +/- 400 Kota/Kabupaten. Misalkan pukul rata,
di setiap maka terdapat 12.400 : 400 = 31 gereja katolik di setiap satu
Kota/Kabupaten. Apakah ada sebanyak itu?

Di kota-kota besar di Sumatera (misalnya Medan, Palembang, Lampung, dsb)
jumlah gereja katolik sekitar 5-10 gereja saja. 

Di daerah-daerah lain di Indonesia, dalam satu Keuskupan (satuan wilayah
gereja katolik setingkat Propinsi) rata-rata hanya terdapat 10-40 gereja
katolik/paroki. Data KWI (Konferensi Waligereja Katolik Indonesia) hingga
saat ini di seluruh Indonesia hanya terdapat 35 Keuskupan. 

Di Keuskupan Agung Jakarta, yang wilayahnya mencakup 3 wilayah setara
Kota/Kabupaten yaitu DKI Jakarta, Tangerang, Bekasi saja, saat ini hanya
terdapat +/- 40 gereja katolik.

Jadi paling banter, jumlah gereja katolik di Indonesia kalau
dihitung-hitung hanya sekitar 35 keuskupan x 40 gereja = 1400 gereja ...
Itupun kalau dihitung jumlah maksimal jika di 35 keuskupan masing-masing
terdapat 40 gereja katolik.... 

Kalau bangunan 'kapel' (setingkat stasi/wilayah lebih kecil dari paroki),
maka dalam satu wilayah paroki, paling hanya terdapat 2-4 kapel gereja
katolik, termasuk 1 gereja paroki sbg gereja induknya. Jadi paling banter
ada 1400 x 4 = 5600 gereja + kapel. 



/AWK


From: "Sunny"  
Sender: [email protected] 
Date: Wed, 6 Jun 2012 07:47:16 +0200
To: 
ReplyTo: [email protected] 
Subject: [mediacare] Pertumbuhan Masjid di Indonesia Rendah
   




http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/12/06/03/m51lw4-pertumbuhan-masjid-di-indonesia-rendah



Pertumbuhan Masjid di Indonesia Rendah
Sunday, 03 June 2012, 20:09 WIB

Republika/Agung Supriyanto
   


 


Masjid Istiqlal di Jakarta.







REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Jumlah pertumbuhan masjid di Indonesia rendah.
Demikian yang terlihat dari data statistik pertumbuhan masjid di Indonesia
yang dimiliki Kementrian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI).

Kepala Pusat Kerukunan Beragama Kemenag RI, Abdul Fatah, menyatakan
berdasarkan data tahun 2010, pada tahun 1997 hingga 2004 jumlah gereja
Katolik bertambah 153 persen dari 4.934 menjadi 12.473, gereja Protestan
131 persen dari 18.977 menjadi 43.909, jumlah vihara bertambah 368 persen
dari 1.523 menjadi 7.129, jumlah pura Hindu naik 475,25 persen dari 4.247
menjadi 24.431, sedangkan masjid hanya bertambah 64 persen dari 392.044
menjadi 643.843.
Abdul Fatah juga menyampaikan jumlah penduduk dan rumah ibadah di
Indonesia. “Jumlah umat Islam 207.176.162 sedangkan jumlah masjid
239.497, jumlah umat Kristen 16.528.513 dengan jumlah gereja Kristen
60.170, jumlah umat Katolik 6.907.873 dengan jumlah gereja Katolik 11.021,
jumlah umat budha 1.703.254 dengan jumlah vihara 2.354, jumlah umat Hindu
4.012.116 dengan jumlah pura 24.837, dan jumlah umat konghucu 117.091
dengan jumlah kelenteng 552,” kata Abdul dalam pesan singkatnya kepada
Republika Ahad (3/6).
Menurut Abdul, rendahnya pertumbuhan jumlah masjid di Indonesia dikarenakan
masyarakat Indonesia lebih cenderung untuk menambah kapasitas masjid
dibandingkan menambah jumlah unit masjid.
Hal senada diungkapkan Direktorat Urusan Agama Islam (Urais) dan Pembinaan
Syariah Kemenag RI, A. Jauhari. Jauhari mengatakan terdapat paham keagamaan
dalam umat Islam Indonesia yaitu satu desa satu masjid.
“Umat Islam di Indonesia masih menganut paham bahwa satu desa cukup satu
masjid. Masjid tidak boleh lebih dari satu dalam satu desa. Jika ditambah,
akan menjadi persoalan. Karena itu, masyarakat kita lebih memilih
memperbesar masjid dibandingkan membangun masjid baru,” ujar Jauhari.
Jauhari mengungkapkan umat Islam cukup beribadah dalam satu tempat yaitu
masjid. Sedangkan umat lainnya, kata Jauhari, jika berbeda aliran berbeda
pula tempat ibadahnya. “Karena itu mereka membangun rumah ibadah,”
ungkap Jauhari.
Jauhari mengatakan rendahnya pertumbuhan masjid dibandingkan dengan rumah
ibadah lainnya merupakan bukti bahwa agama lainnya memperoleh hak yang sama
untuk membangun rumah ibadah. “Perizinan pembangunan rumah ibadah tidak
susah. Buktinya pertumbuhan rumah ibadah lainnya bertambah,” kata Jauhari
 
CD: 2ms