muskitawati | 16 Jun 2012 22:24
Picon
Favicon

Re: Anies: Radikalisme Muncul Karena Ketimpangan

Syariah Islam-lah yang mewajibkan Radikalisme, dan akibat radikalisme ini barulah terjadi ketimpangan
sehingga mudah memaksakan Syariah Islam kepada mereka yang bukan Islam yang ketakutan terhadap
radikalisme yang mereka ciptakan.

Jadi untuk mengatasi ketimpangan adalah dengan menumpas radikalisme, dan untuk menumpas radikalisme
harus menumpas sumbernya yaitu Syariah Islam sebagai penyembabnya.

Tanpa Syariah Islam tidak akan terjadi radikalisme agama, dan tanpa radikalisme agama tidak akan timbul
ketimpangan, dan tanpa adanya ketimpangan, kehidupan beragama akan terjamin.

Ny. Muslim binti Muskitawati.

--- In mediacare@..., "Sunny" <ambon <at> ...> wrote:
>
> Ref: Bagaimana menghilangkan ketimpangan, kalau negara menciptakan, memlihara dan memupuk kaum
berpaham radikalime dengan lambang agama?
> 
> 
> http://www.gatra.com/nasiapa sebenarnya menyebabkan ketimpangansional-cp/1-nasional/14109-anies-radikalisme-muncul-karena-ketimpangan
>       Bola | Cars Plus | Gatra Kampus  
> 
> Anies: Radikalisme Muncul Karena Ketimpangan 
> Thursday, 14 June 2012 23:56 
> Jakarta - Menyikapi radikalisme atas nama agama yang sering muncul di Indonesia, Rektor Universitas
Paramadina Anies Baswaden, menjelaskan bahwa situasi tersebut dipengaruhi ketimpangan sosial yang
begitu besar dalam kehidupan masyarakat.
> "Dulu, muslim yang toleran, yang open minded ada di daerah pesisir, mulai dari Banten sampai Tegal.
Tetapi sekarang berbeda, radikalisme muncul dari daerah pesisir. Kenapa? Karena keadilan sosial bagi
seluruh rakyat Indonesia tidak merata," jelas Anies, pada diskusi dan peluncuran buku “Agama
Punya Seribu Nyawa“, di gedung Pasca-Sarjana Universitas Paramadina, Selasa (12/6).
> 
> Ketidakadilan inilah, yang menurut Anies yang yang menyebabkan ekstrimisme. "Miskin bukan barang
baru, tapi ketimpanan itu yang baru," tegasnya.
> 
> Dari kekecewaan inilah, lanjut Anies, mulai bermunculan kelompok-kelompok ekstrimis yang
berekspresi menggunakan panji keagamaan. “Kekecewaan ini diekspresikan dalam bentuk agama.
Maka tidak heran, munculah front-front pembela itu,“ tuturnya.
> 
> Buku “Agama Punya 1000 Nyawa“ karya Prof Dr Komaruddin Hidayat diterbitkan oleh Noura Books.
Buku setebal 308 halaman ini memuat pengelaman keseharian Guru Besar Universitas Islam Negeri Jakarta
itu, sebuah refleksi filosofis dan teoligis kehidupan agama yang dipandang secara sederhana, mudah dan bermanfaat.
> 
> Di samping itu, buku ini juga berusaha menempatkan secara proporsional agama menurut perspektif
kehidupan berbangsa. [WFz]
>

------------------------------------

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Group  <at>  FB: 
http://www.facebook.com/groups/mediacare/

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mediacare/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mediacare-digest@... 
    mediacare-fullfeatured@...

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    mediacare-unsubscribe@...

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/


Gmane