Sandy Dwiyono | 16 Apr 10:03 2013
Picon

Brain Spa, Teknik Baru Atasi Penyumbatan Otak

http://us.m.news.viva.co.id/news/read/404637-video--brain-spa--teknik-baru-atasi-penyumbatan-otak

VIDEO: Brain Spa, Teknik Baru Atasi Penyumbatan Otak
Selesai tindakan, tanpa hitungan jam stroke hilang

Wuri Handayani, Stella Maris | Jum'at, 12 April 2013, 13:47 WIB

VIVAlife - Stroke tidak dapat disembuhkan. Mungkin itu tinggal mitos. Sebab
seorang dokter di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Jakarta sukses
dengan metode baru. Dia mengembalikan kerja pembuluh otak yang tersumbat,
agar saraf kembali bekerja.

Para pasien umumnya datang dengan keluhan yang sama. Gangguan di kepala.
Sering pusing tiba-tiba, pandangan kabur hingga gelap gulita. Jika sudah
begitu, tubuh bisa ambruk.

Menurut Terawan Agus Putranto, demikian nama dokter ini, kumpulan gejala
tersebut sangat berpotensi menyebabkan stroke jika lama dibiarkan.
Penyebabnya, penyempitan di pembuluh darah otak. Terapi perlu ditempuh. Dan
salah satu terapi yang dipilih Terawan adalah Brain Spa.

VIVAlife berkesempatan melihat langsung tindakan yang dinamakan Brain Spa
itu, atau istilah gampangnya cuci otak ini, di RSPAD Gatot Subroto.
Kegiatan ini lebih seperti tindakan ringan, bukan operasi besar yang kadang
mengerikan.
Tak tampak sedikitpun raut ketegangan pada sang dokter dan timnya. Ia
justru menghibur pasiennya dengan bernyanyi.

Sesaat ia mempelajari kondisi pasien dari hasil radiologi. Kemudian dengan
sigap menyuntikkan bius lokal di bagian pangkal paha. Ini dilakukan untuk
memasukan kateter dan guide wiver sedalam lima atau enam sentimeter,
sebagai pembuka jalan menuju otak ketika akan dibersihkan jalurnya.

Tak sampai 10 menit, alat tersebut sudah masuk ke dalam tubuh pasien. Brain
Spa pun siap dijalankan. Menyemprot 'gorong-gorong' aliran darah yang
tersumbat dengan air flushing guna melancarkan aliran darah di otak,
sehingga jaringan sel mampu berfungsi kembali dengan baik.

Tindakan ini cuma sebentar. Cuma sekitar 15 menit.Pasien juga tak tampak
seperti menjalankan tindakan. Berbicara seperti biasa. Malah berkomentar
bahwa kepalanya terasa enteng, pengelihatannya juga lebih jelas. Lihat
videonya di sini.

http://life.viva.co.id/news/read/404321-brain-spa--inovasi-teknik-sembuhkan-stroke

Brain Spa, Inovasi Teknik Sembuhkan Stroke
Menormalkan aliran darah otak agar saraf tubuh berfungsi kembali

Wuri Handayani, Stella Maris

Kamis, 11 April 2013, 11:51 WIB

VIVAlife - Cerebrovascular accident, CVA atau lebih dikenal dengan stroke
di Indonesia menjadi penyakit nomor tiga paling mematikan setelah jantung
dan kanker. Stroke sendiri terjadi ketika ada penyumbatan pembuluh darah di
otak. Pencetusnya bisa karena penyakit menahun seperti diabetes dan
hipertensi.

Efek dari serangan stroke ini bisa menyebabkan kelumpuhan di beberapa
anggota badan, gangguan penglihatan, kesulitan berbicara, hingga
berkurangnya fungsi kognisi.

"Ketika ada ketidaklancaran aliran darah di otak, dapat muncul gejala
seperti sakit kepala, leher terasa kaku, pundak kaku sampai merasa tak
nyaman pada tangan, serta sulit berkonsentrasi,” ujar dr. Terawan, Sp. Rad
(K) ketika ditemui di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Seperti yang dialami Dudi Hendrakusuma (50), Presiden Direktur sebuah
televisi swasta ternama, ia mengeluhkan ketidaknyamanan di bagian kepala.
Hampir enam bulan belakangan ini. "Sering tiba-tiba sakit kepala, leher
terasa kaku, dan penglihatannya kabur. Sering lupa dan kalau berjalan
sering tiba-tiba gelap," ujarnya.

Tak ingin berakibat fatal, ia memeriksakan diri ke ahli saraf, Dr Tugas
Ratmono Sp.S di RSPAD Gatot Subroto. Hasil diagnosa menyebut adanya
penyumbatan aliran darah di bagian otak kiri yang berpotensi terserang
stroke. Ia kemudian dirujuk ke Dr Terawan Agus Putranto, pakar radiologi
intervensi untuk melakukan brain spa.

"Sebenarnya saya tidak memberi nama tertentu untuk tindakan ini. Tekniknya
hanya memasukan kateter ke dalam pembuluh darah dengan sedikit inovasi.
Selang ini akan dimasukkan melalui pangkal paha," kata dr Terawan, Sp.Rad
(K) kepada VIVAlife.

Dalam kasus Dudi yang mengalami lebih banyak penyumbatan di bagian otak
kiri, pembersihan diarahkan pada otak kiri terlebih dahulu, baru kemudian
otak bagian kanan. Tindakan ini cukup sederhana. Menyemprot 'gorong-gorong'
aliran darah dengan air flushing.

Air yang mengandung sodium chloride inilah yang berperan melancarkan aliran
darah di otak, sehingga jaringan sel mampu berfungsi kembali dengan baik.
Cara ini dapat diterapkan pada pasien yang mengalami gejala stroke atau
bahkan mengalami stroke.

Usai mendapatkan tindakan brain spa selama kurang lebih 30 menit, Dudi
merasa kepalanya lebih ringan dan penglihatannya lebih jelas, ia juga dapat
mengingat dengan baik.

Jika Dudi mengalami hal demikian, Cut Ubit, wanita paruh baya yang juga
melakukan tindakan brain spa ini sudah mengalami stroke selama satu tahun.
Stroke bahkan sudah melemahkan saraf matanya. Ia tidak dapat melihat. Usai
melakukan tindakan, tanpa hitungan jam ia sudah dapat menggerakkan tangan
dan kaki dengan baik, dan pengelihatannya dapat berfungsi kembali.

Pun demikian dengan Kun Ida, wanita asal Jepara yang mengalami tuli selama
lima tahun. Usai penyumbatan aliran darah di otak dibersihkan, ia dapat
kembali mendengar.

Soal biaya tindakan, dr. Terawan yang dikenal sebagai penyembuh stroke ini
memaparkan secara transparan. Berkisar antara Rp9 juta hingga Rp26 juta.
(eh)

http://fokus.news.viva.co.id/news/read/404762-cuci-otak---sihir--dr--terawan-mengusir-stroke

Cuci Otak: "Sihir" Dr. Terawan Mengusir Stroke
Yang lumpuh bisa berjalan lagi, yang buta bisa kembali melihat

Jum'at, 12 April 2013, 23:03 Wuri Handayani, Stella Maris

VIVAnews - Tak tersirat sedikitpun suasana mencekam di dalam ruang tindakan
medis itu. Instrumen musik mengalun lembut. Di dekat pasiennya, sang dokter
malah berdendang mengikuti nada. Ruang kaca berisi alat-alat kedokteran
canggih itu bisa dibilang mirip ruang karaoke. Semua yang ada di dalam
boleh ikut menyanyi, baik tim dokter ataupun keluarga pasien.

Yang berlangsung di ruangan itu bukan sebuah operasi besar. Itu sebuah
tindakan medis yang tergolong "sederhana". Akan tetapi, efeknya begitu
dahsyat: menghilangkan kelumpuhan akibat penyempitan pembuluh darah otak.

Stroke sudah lama jadi momok yang menakutkan. Tapi, benarkah penyakit
menyeramkan ini sekarang bisa total disembuhkan?

Jawabannya: ya.

Kini kelumpuhan bisa disembuhkan dalam waktu kurang lebih 30 menit melalui
metoda yang disebut dengan 'brain spa', atau istilah gampangnya 'cuci
otak'.

Adalah Brigjen dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Rad (K) yang memberi suntikan
inovasi pada teknik kedokteran di wilayah ini. Kini, dokter lulusan
Universitas Airlangga Surabaya ini bahkan digadang-gadang banyak orang
sebagai dokter pengusir stroke.

Dia menerapkan metoda radiologi intervensi dengan memodifikasi DSA (Digital
Subtraction Angiogram). Ini teknik melancarkan pembuluh darah otak yang
sudah ada sejak tahun 90-an. Modifikasi ini bertujuan mengurangi paparan
radiasi.

"Jumlah radiasi di ruang tindakan yang mengenai pasien dapat diredam hingga
1/40 dari jumlah radiasi biasa yang dilakukan di luar negeri. Tekniknya
hanya memasukkan kateter ke dalam pembuluh darah melalui pangkal paha," dia
memaparkannya kepada wartawan VIVAlife yang berkesempatan meliput dia
ketika sedang melakukan tindakan medis di RSPAD Gatot Subroto Jakarta Pusat.

"Sihir" Terawan

Toh, ada yang meragukan "sihir" dr. Terawan. Mereka mempertanyakan
bagaimana mungkin seseorang yang terserang stroke dapat sembuh begitu cepat.

Dr. Terawan menjelaskannya dalam bahasa awam. Menurut dia, stroke terjadi
karena penyumbatan pembuluh darah di area otak. Itu mengakibatkan aliran
darah jadi macet dan saraf tubuh tak bisa bekerja dengan baik. Buntutnya,
orang jadi tidak bisa menggerakkan tangan, kaki, bibir, atau anggota tubuh
lainnya. Nah, saat pembuluh darah tersebut lancar kembali, semua akan
berubah dengan cepat. Jaringan sel berfungsi kembali.

Untuk itulah cuci otak dibutuhkan. Kepada para pasiennya, dr. Terawan
melakukan flushing, menyemprot 'gorong-gorong' aliran darah yang tersumbat
dengan air yang mengandung sodium chloride.

Uniknya, semua tindakan medis dr. Terawan dilakukan secara terbuka.
Siapapun dapat memantaunya melalui monitor. Termasuk bagaimana semprotan
tersebut menjalar ke pembuluh darah otak pasian, dan bagaimana aliran darah
kembali menjadi normal.

Dr Terawan AP Saat Melakukan Operasi

Tengok pengalaman Dudi Hendrakusuma (50), Presiden Direktur ANTV. Dia
selama ini punya sejumlah keluhan. "Sering tiba-tiba saya sakit kepala,
leher terasa kaku, dan penglihatan jadi kabur. Saya juga sering lupa dan
kalau berjalan tiba-tiba penglihatan gelap," ujarnya.

Dia pun memeriksakan diri ke dr. Terawan. Hasil Magnetic Resonance Imaging
(MRI) dan serangkaian pemeriksaan yang dijalaninya memperlihatkan ada
sejumlah penyumbatan aliran darah di bagian otak kirinya. Dia berpotensi
terserang stroke.

Dalam kasus Dudi--yang mengalami lebih banyak penyumbatan di bagian otak
kiri--penyemprotan diarahkan dr. Terawan pada otak kiri terlebih dahulu,
baru kemudian ke otak bagian kanan.

Usai menjalani brain spa selama kurang lebih 30 menit, Dudi mengatakan dia
merasa kepalanya lebih ringan dan penglihatannya lebih jelas. Ia juga dapat
mengingat lebih baik.

Dr. Terawan pun tersenyum. Sembari bercanda, dia lalu mengetes, "Coba baca
tulisan di dada saya, Pak, sudah jelas belum tanpa pakai kacamata? Besok
diganti ya lensanya."

Cut Ubit adalah kisah yang lain. Wanita paruh baya asal Aceh ini baru
menjalani 'cuci otak' setelah terserang stroke berulang selama satu tahun.
Stroke bahkan sudah melemahkan saraf matanya. Ia tak dapat melihat.

Yang menakjubkan, begitu selesai tindakan medis dr. Terawan, tanpa hitungan
jam dia mengaku sudah dapat menggerakkan tangan dan kakinya dengan baik,
dan penglihatannya dapat berfungsi kembali!

Pun demikian dengan Kun Ida, wanita asal Jepara yang tuli selama lima
tahun. Usai penyumbatan aliran darah ke otaknya dibersihkan, dia kembali
dapat mendengar burung berkicau.

Kontroversi cuci otak

Meski dr. Terawan mengatakan dia sudah menangani ratusan pasien dan
berhasil, tetap saja ada yang kontra terhadap metoda temuannya.
Rekan-rekannya sesama dokter pun masih mempertanyakannya. Bahkan, ada yang
menyalahkannya karena dia adalah seorang dokter radiologi, sementara
tindakan medis yang dilakukannya seharusnya merupakan domain dokter ahli
saraf.

Tapi ia tak ambil pusing.

"Saya tidak mungkin menyebarkan ilmu aneh. Saya tidak mau menanggapi pro
kontra yang ada. Sebenarnya, orang yang datang ke saya itu bukan karena
sakit, hanya untuk membetulkan saraf," kata pria asal Yogyakarta yang hobi
bertani ini

Dia mengatakan bersedia memperdebatkan metoda brain spa ini di forum ilmiah
dan tidak menyangkal bahwa temuannya ini masih perlu melalui sejumlah tahap
penelitian yang ditentukan untuk mendapat pengakuan dunia.

"Pekerjaan ini bukan rekayasa, meski paradigma yang berkembang saat ini
mengatakan tidak mungkin ada regenerasi sel otak," katanya.

Toh begitu, sejumlah tokoh dan eksekutif puncak seperti Dudi, tak ragu
untuk menjajalnya. Di kalangan ini juga termasuk Menteri Negara BUMN Dahlan
Iskan. Dahlan menjalani brain spa karena merasa perlu mengatasi penyumbatan
di otak kirinya.

Begitu pula dengan mantan Wakil Presiden Try Sutrisno saat mengalami
Transcient Ischemic Attack (TIA), gangguan aliran darah ke otak yang
menyebabkan berkurangnya suplai oksigen.

Dr Terawan AP Saat Melakukan Operasi

Gejala awal stroke

Stroke, atau dalam bahasa medis disebut Cerebrovascular Accident, ternyata
bukan saja dapat menyerang orang berusia lanjut. Anda yang masih berusia
30-an pun mungkin saja mengalaminya. Penyebabnya, lagi-lagi, gaya hidup tak
sehat.

Ini termasuk kebiasaan merokok, minum alkohol, kurangnya waktu
beristirahat, atau dihimpit tekanan berkepanjangan. Pola makan yang salah
pun dapat turut memicu serangan stroke yang tiba-tiba. Selain itu juga
karena penyakit menahun seperti darah tinggi dan diabetes.

Untuk mengenali serangan yang bisa berakibat fatal ini, spesialis saraf Dr.
Tugas Ratmono memaparkan gejala-gejala klinis stroke, sebagai berikut:

a. Gangguan motorik

Ini berupa gangguan gerakan, karena otot tak berfungsi baik. Seseorang yang
diserang stroke, mendadak dapat kehilangan keseimbangan dan lumpuh di
beberapa area tubuh.

b. Gangguan sensorik

Ini merupakan gangguan yang mengakibatkan munculnya rasa nyeri atau tak
nyaman, bukan hanya di kepala tapi juga di bagian kaki--mulai dari lutut
hingga betis. Tak hanya itu, gangguan sensorik juga dapat menyebabkan tubuh
terasa pegal.

c. Gangguan otonom

Pada dasarnya, sistem saraf otonom bekerja di bawah kesadaran manusia.
Sistem ini mengatur tekanan darah dan frekuensi napas menuju organ tubuh
seperti pembuluh darah, jantung, alat kelamin, kelenjar keringat, dan
lainnya. Saat stroke menyerang saraf otonom, itu dapat menyebabkan buang
air kecil atau buang air besar jadi tak terkontrol, berkeringat berlebihan,
serta bernapas jadi tak teratur.

d. Gangguan psikis

Tak sedikit warga masyarakat menyadari bahwa stroke sering kali memunculkan
gejala yang berhubungan dengan mental. Misalnya, adanya perubahan perilaku.
"Seseorang yang tadinya rajin, jadi tak bersemangat atau malas, bisa
tiba-tiba tertawa sendiri atau jadi pendiam," kata Dr. Tugas. (kd)

------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality &
Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@...
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@...
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@...

Gmane