Ananto | 17 Mar 05:48 2010
Picon

(Ponpes of the Day) Pondok Pesantren Al Anwar, Sarang, Rembang - Jawa Tengah

---------- Forwarded message ----------
From: Ananto <iso@...>
Date: Mar 17, 2010 11:19 AM
Subject: (Ponpes of the Day) Pondok Pesantren Al Anwar, Sarang, Rembang -
Jawa Tengah
To: aep.saepuloh@...,
heru@..., Ali Firdaus <
firdaus2@...>, Eri Safrizal
<safrizal@...>, Abdul Rochim
Noer <abdul.rochim@...>, Abdurokhman <abd_rokhman@...>,
Margono <spfqc@...>, "M.Gufron & M. Muslich" <
M.Gufron@...>, "M. Yulianto" <yulianto@...>,
Hery Pristiono
<hery.pristiono@...>, Herlan
Artono <
herlan@...>,
dwi@..., Yusuf Choirul <
soni@...>, Yasa Kindra
<Yasa.Kindra@...>, Sholikhin <
sholeshole@...>, Neljon Imran
<purchasing@...>, peri <
peri_permana@...>, Muzaeni Ahmad
<amuzaeni@...>, Eko
Sulaiman <ekos@...>, Eko Sutrisno
<eko@...>, Eko Widiatmoko
<triekady@...>,
Alfitri_Satria@..., Hendra_Kusumah@...,
yudha_cg8@..., Busman_Temasela@...,
erwin.bahri@...,
zakaria_id@..., noerhadi999@...,
ih_udcla10@...,
fuadfd@..., alif_sanggoleo@...,
eko.purwono@...,
agung39@..., harimoel@...,
Zakaria.Fitri@..., heri.kurniawan@...,
hery.syuhada@...,
galih@..., Zidky Yacob <
zidky@...>, ckb_bayu <by_dtoro@...>,
dsawitri@...,
fitri@..., fitri@...,
hesti.rudiyani@..., Dewi Ratnawati <
Dewi@...>, Roiyanto
<roiyanto@...>, ted <
tedy.sismanto@...>,
defri@..., mus-Rezy <
rezy@...>, "Ust.Karman"
<karman@...>, Indra Fizil <
Indra@...>, Arief Nurudin
<arief.nurudin@...>, oaj_enjang
<delivery@...>, "Haryanto (PSDM)"
<hyanto@...>, ".: Ima
:." <irum4s4n@...>, ckb_ali karomi <ali@...>,
mdavid.rudiono@..., Ridwan Kamil
<ridwankamil@...>, Agus
Dewanto <dewanto@...>, rudi_karangloi@...,
tsalits75@..., yadi.lasandi@...,
Ahmad.Sobrie@..., Suwarto <suwarto@...>,
andri.susanti@..., moch.muslich@...

 Pondok Pesantren Al Anwar, Sarang, Rembang – Jawa Tengah

[image: sarang.jpg]

Sekilas

Pesantren Sarang, adalah pesantren yang ada di Sarang. Entah bagaimana
asbabul wurudnya, nama pesantren selalu lebih lekat dengan daerahnya
ketimbang "nama resmi" lembaganya. Malah acap kali orang menyebutkan
pesantren dengan nama Kyainya, misalnya *Pondoke Mbah Maimun* Sarang,
atau *Pondoke
Mbah Kholil* Rembang dan seterusnya. Sampai sekarang, orang lebih menyebut
pondok Lirboyo, misalnya, karena berada di Lirboyo atau pondok Ploso, karena
berada di Ploso. Tak berbeda pula dengan pondok Sarang.

Jika menilik letak geografisnya, tentu tidak ada yang menarik di sini.
Kompleks Pesantren adalah tanah yang gersang, bangunannya juga tidak terlalu
istimewa. Namun jangan salah sangka, Sarang adalah media semai bagi
perkembangan ilmu pengetahuan. Dari rahim pondok Sarang, beriatus-ratus
tokoh agama mengenyam "pahit-getirnya" memburu pengetahuan.

Tidak salah jika Sarang kemudian dibutuhkan masyarakat. Sekian ribu santri
berjubel dan hilir mudik memburu tempat pengajian. Beribu-ribu mulut selalu
komat-kamit menghapalkan materi pelajaran. Hari-hari di Sarang tidak akan
pernah bisa dibatasi oleh putaran jarum jam.

Sebelum adzan Subuh berkumandang, lantunan ayat Qur'an sudah menyambutnya.
Setelah jama'ah subuh, beberapa tempat mengaji sudah penuh. Sebentar setelah
mentari muncul, ribuan santri bagai lebah berterbangan menuju madrasah.
Sebagian lagi memenuhi ruang untuk muhadloroh.

Siang sampai sorepun tidak ada waktu yang kosong. Malam hari apalagi.
Aktifitas para penghuni Sarang seperi tidak pernah memberi peluang waktu
untuk berlalu percuma. Sarang benar-benar samudra ilmu yang tiada tepinya.

Pesantren tetaplah pesantren. Itu yang tidak bisa kita lupakan. Segala
keunikan dan keanehan bisa kita saksikan di dalamnya. Tempat ini
merupakan *melting
bowl* bagi sekian banyak produk budaya yang melekat pada setiap santri.
Sehingga interaksi dari sekian banyak santri selain menjadikan mereka akrab,
juga menjadikan mereka menemukan kreativitas baru.

Anda bisa membayangkan misalnya, bagaimana orang "kulonan" yang biasa
bersopan santun ketamu dengan orang "wetanan" yang lebih suka bloko suto.
Anak petani yang berbudaya agraris harus hidup sekamar dengan anak pedagang
yang biasanya lebih rasional. Dan tentu masih banyak lagi. Kekayaan tradisi
yang ada tidaklah mati atau dimatikan, namun disinergikan kedalam sebentuk
akulturasi yang kreatif. Sehingga muncul hibrida baru, hibrida khas pondok
pesantren.

Anda lewat saat ada orang makan, pasti akan ditawari "Monggo, Kang. *Ndogol*..!
Atau misalnya masuk warung, anda akan mendengar Es Jarang, *mBolot* atau
misalnya anda bertingkah menyakitkan, pasti langsung "disambut" dengan *
Kake'ane*..! Sambutan khas orang pesisiran. Jika berjalan ke timur Pondok,
anda akan ketemu Warung Mak Lampir dan bila ke selatan, Anda akan tiba di
Warung Kolera.

Itulah pondok Sarang, selain gudangnya istilah, ia menjadi gudangnya
pengetahuan. Bagaima tidak, para santri tidak hanya mengaji dan menghapal
kitab semata, bahkan juga menghapalkan kamus Arab, misalnya nadzam Ro'sun
Sirah, Mafriqun Nyeng unyengan dst. Semua itulah yang bisa kita rasakan
sehari-hari di pondok Sarang.

Tidak berlebihan kalau pondok Sarang selalu menempati ruangan tersendiri di
hati para santri dan alumni. Segudang perasaan bercampur baur dibingkai rasa
suka, kangen dan penasaran. Siapapun tentu akan terlintas tentang masa-masa
nyantri di sana. Dan itulah yang menjadikan Sarang tidak cuma hidup di
kenyataan sehari-hari, tapi juga selalu hidup di dalam hati.

Karangmangu -sebelumnya bernama Karangkembang, tempat di mana Pondok
Pesantren Al Anwar berada- adalah sebuah desa di tepi laut utara Jawa Tengah
bagian timur. Desa ini bagian dari kecamatan Sarang kabupaten Rembang.

Mengingat letaknya yang berada di pesisis pantai utara, kebanyakan
penduduknya berprofesi sebagai nelayan. Sementara profesi sebagian pendududk
yang lain adalah petani dan pedagang.
Di agi hari, umumnya penduduk sekitar Pondok pesantren Al Anwar pergi melaut
untuk mencari ikan, baik dengan peralatan tradisional maupun modern.

Penduduk desa Karangmangu, Sarang Rembang ini adalah hasil assimilasi dua
suku jawa dan Madura. Para penduduk sekitar merasa sangat beruntung dengan
kehadiran Pondok Pesantren Al Anwar. Kerasnya kehidupan keseharian akibat
lingkungan kerja mereka mendapatkan tempat teduhnya yang dengan keberadaan
aktifitas pengajian dan kegiatan positif lain yang diselenggarakan oleh
Pondok Pesantren Al Anwar. Dengan begitu, Al Anwar dapat menjadi social
control bagi penduduk sekitarnya. Di samping itu, kharisma pengasuh, KH
Maimoen Zubair menjadikan beliau sebagai rujukan sejuk dalam rangka mencari
solusi masalah-masalah sosial ekonomi yang mereka hadapi serta memiliki
peran penting dalam penyelesaian permasalahan yang timbul di antara mereka.

Visi dan Misi

Visi

* *

1.     Mewujudkan pesantren yang mampu menghasilkan lulusan yang dapat
menguasai disiplin ilmu keislaman serta berakhlak mulia serta peduli kepada
sesama.

2.     Memantapkan iman dan taqwa serta mengembangkan ilmu pengetahuan
keislaman untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat berdasarkan
Al-Qur'an dan Assunnah.

Misi

* *

1.     Beriman dan bertaqwa, berprestasi serta berakhlakul karimah.

2.     Mengarahkan dan mengantarkan umat memenuhi fitrahnya sebagi khairu
ummah yang dapat memerankan kepeloporan kemajuan dan perubahan sosial
sehingga tercipta negara Indonesia sebagai Baldah Thayyibah dan Rabb Ghafur.

Tujuan

1.     Menghimpun santri untuk keperluan pembinaan dan pengembangan secara
optimal di bidang keilmuan keislaman dan dan iptek.

2.     Menjadi pusat unggulan (dalam arti khusus) sehingga tercipta
persaingan yang sehat dan mandiri.

3.     Memproduksi peserta didik yang memiliki tingkat keberhasilan keilmuan
yang maksimal.

4.     Mengimplementasikan IMTAQ dalam kehidupan sehari-sehari.

Program Pengembangan Masyarakat

Di samping menjadi agen taffaqquh fiddin, pesantren juga menjadi agen
pengembangan masyarakat. Peran serta dan kontribusi Pesantren dalam bidang
ini tidak diragukan lagi. Sekedar menunjuk bukti, banyak para alumni
Pesantren yang menjadi tokoh masyarakat, pejabat pemerintah serta profrsi
lainnya yang berhubungan langsung dengan pengembangan dan pendayagunaan
masyarakat.

Dalam hal ini Program Pengembangan Masyarakat oleh Pondok Pesantren Al Anwar
meliputi:

Progam Pengembangan Santri

1.     Dalam rangka mengupayakan peningkatan mutu keilmuan santri, Pondok
Pesantren Al Anwar menjalin kejasama dengan Universitas Al Azhar, Mesir dan
Majma’ Kaftaro Damaskus, Syiria, pesantren Daruttauhid, Makkah Al Mukarromah
dan lembaga menara ilmu lainnya. Melalui kerjasama ini telah banyak alumni
Pondok Pesantren Al Anwar yang melanjutkan pendidikannya di lembaga-lembaga
tersebut tanpa melalui tes saringan, di samping penggunaan kurikulum yang
sama. Di antara pelaksanaan program ini, Pondok Pesantren Al Anwar mengirim
santri-santri terbaiknya untuk mengikuti bahsul Masail yang diselenggarakan
oleh pondok pesantren lain atau lembaga tertentu.

2.     Peningkatan profesionalisme guru dengan mengikat kerjasama dengan
Universitas Abin Nur, Syria. Dengan kerjasama ini para asatidz memperoleh
kesempatan mengikuti daurah tahunan di lembaga pendidikan Abin Nur besama
para mahasiswa lain yang berasal dari mancanegara. Para asatidz juga
didorong dan diberi kesempatan mengikuti seminar di berbagai bidang yang
diselenggarakan beberapa pihak.

3.     Pengembangan program prioritas adalah mendidik para santri agar mampu
memahami dan mendalami kitab-kitab klasik (salaf) dan modern ('ashriyyah)
serta mengaktualisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Progam ini
direalisasikan dengan mengadakan aktifitas kajian kitab-kitab salaf,
aktifitas Mudzakarah, Muhafazhah dan kegiatan lain yang dinilai mampu
merealisasikan dan menyukseskan program prioritas.

4.     Peningkatan pengetahuan santri di bidang Iptek. Sehubungan dengan itu
Pondok Pesantren Al Anwar mendirikan Madrasa Tsanwiyyah dan Madrasah Aliyah
dengan target santri mampu menguasai berbagai disiplin ilmu, baik ilmu
keislaman dan non keislaman sebagai bekal mereka saat terjun ke dalam
masyarakat.

Progam Pengembangan Masyarakat

1.     Pemberdayaan sumberdaya manusia Pondok Pesantren Al Anwar memberikan
pelatihan khusus dan kesempatan magang di beberapa tempat yang telah
ditentukan dan disesuaikan dengan kepentingan pengembangan Pondok Pesantren
Al Anwar. Para santri dikirim ke beberapa wilayah di Madura, Malang , Brebes
dan wilayah lainnya, ternasuk Papua. Program ini juga diwujudkan dengan
menyelenggarakan pengajian mingguan untuk masyarakat sekitar yang langsung
diampu oleh Asy Syaikh Maimoen Zubair. Hal ini meruapakan bentuk kepedulian
Pondok Pesantren Al Anwar kepada masyarakat sekitar lokasi Pesantren. Dengan
begitu Pesantren berfungsi sebagai fasilitator dan instrumen.

2.     Sebagai agen perubahan (agent of social change) Sebagai agen
perubahan sosial, Pondok Pesantren Al Anwar dituntut untuk memproduksi
manusia yang berakhlaqul karimah, beriman dan bertaqwa serta mampu menjadi
embun penyejuk di atas kondisi dekadensi moral atau moral hazard.

3.     Sebagai pusat unggulan Pondok Pesantren Al Anwar tidak boleh menjadi
sekedar lembaga keagamaan dan pendidikan saja. Tetapi bahkan juga sebagai
lembaga pengembangan masyarakat. Dengan multifunsi seperti ini Pondok
Pesantren Al Anwar menjadi pusat unggulan, baik dalam hal pendidikan
keislaman maupun pengembangan masyarakat.

Kurikulum

I. Tingkat I'dadiyyah (Persiapan)

No.

Mata Pelajaran

Kitab

1

ÇáÊæÍíÏ

Tauhid

ÚÞíÏÉ ÇáÚæÇã

Aqidatul 'Awam

2

ÇáÝÞå

Fiqh

ÓÝíäÉ ÇáäÌÇ

Safinatun Naja

3

ÇáäÍæ

Nahwu

ÇáËãÇÑ ÇáÌäíÉ

Ats Tsimar Aj Janiyyah

4

ÇáÕÑÝ

Shorof

ÇáÃãËáÉ ÇáÊÕÑíÝíÉ Ã

Al Amtsilah At Tashrifiyyah (I)

5

ÇáÃÎáÇÞ

Akhlaq

ÊäÈíå ÇáãÊÚáã

Tanbihul Muta’allim

6

ÇáÅÚÑÇÈ

I’rob

ÇáÅÚÑÇÈ ááÃáÝÇÙ ÇáãØÑÏÉ

Al I’rob lil Alfazh Al Muththaridah

7

ÇáÊÌæíÏ

Tajwid

åÏÇíÉ ÇáÕÈíÇä

Hidayatush Shibyan

8

ÇáÅÚáÇá

I’lal

ÇáÅÚáÇá ááÃãËáÉ

Al I’lal lil Amtsilah

9

ÇáÅãáÇÁ

Dikte

Diktat

II. Tingkat Tsanawiyyah

II. 1. Marhalah I Muhadhoroh : Kelas I (Satu) Tsanawiyyah

No.

Mata Pelajaran

Kitab

1

ÇáÊæÍíÏ

Tauhid

ÇáÎÑíÏÉ ÇáÈåíÉ

Al Khoridah Al Bahiyyah

2

ÇáÝÞå

Fiqh

ãÊä ÇáÛÇíÉ æÇáÊÞÑíÈ

Matnul Ghoyah

3

ÇáäÍæ

Nahwu

ÇáÂÌÑæãíÉ

Al Ujrumiyyah

4

ÇáÕÑÝ

Shorof

ÇáÃãËáÉ ÇáÊÕÑ íÝíÉ

Al Amtsilah At Tasrifiyyah (II)

5

ÇáÃÎáÇÞ /

Akhlaq

æÕÇíÇ ÇáÃÈÇÁ ááÃÈäÇÁ

Al Washoya

6

ÇáÅÚÑÇÈ

I’rob

ÇáßÝÑÇæí

Al Kafrawiy

7

ÇáÊÌæíÏ

Tajwid

åÏÇíÉ ÇáãÓÊÝíÏ

Hidayatul Mustafid

8

ÇáÅÚáÇá

I’lal

ÇáÅÚáÇá ááÃãËáÉ

Al I’lal lil Amtsilah

9

ÞæÇÚÏ ÇáÅÚáÇá /

Qawa'idul I’lal

ÞæÇÚÏ ÇáÅÚáÇá

Qawa'idul I’lal

10

ÇáÅãáÇÁ

Dikte

Diktat

II. 2. Marhalah II Muhadhoroh : Kelas II (Dua) Tsanawiyyah

No.

Mata Pelajaran

Kitab

1

ÇáÊæÍíÏ

Tauhid

ÈÏÁ ÇáÃãÇáí

Bad’ul Amali

2

ÇáÝÞå

Fiqh
...

[Message clipped]

-- 
"...menyembah yang maha esa,
menghormati yang lebih tua,
menyayangi yang lebih muda,
mengasihi sesama..."

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality &
Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@...
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@...
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@...

Gmane